Abdorrahman, banyak orang yang tidak menyukai kesendirian,
karena waktu yang dilewati terasa lebih panjang dan melelahkan.
'Sendiri oh sendiri'... Ternyata hal remeh ini bisa
menjadi masalah besar bagi sebagian orang!
Apakah Abdorrahman termasuk yang demikian? :-)
Memang, kesendirian seringkali diidentikkan dengan hal
yang menakutkan, mengesalkan, bahkan menjadi simbol
kesedihan. Namun, jika kita mau membuka pikiran,
sebenarnya kesendirian itu tidak selalu mematikan!
Kesendirian bisa memiliki dua makna...
Pertama, kesendirian menyangkut fisik yang sebenarnya,
tanpa ada orang di sekitarnya. Kedua, hanya berbentuk
perasaan saja.
Bisa jadi seseorang berada di tengah keramaian,namun
merasakan kesunyian. Mungkin Abdorrahman pernah mengalami
hal serupa, terutama ketika menemui masalah dengan
rekan kerja, sahabat, keluarga, atau pacar? :-) dan lain
sebagainya..!
Satu hal yang perlu Abdorrahman ingat, kesendirian dengan
arti apapun sebenarnya bukan masalah jika kita mampu
mengelolanya dengan baik, atas perasaan, sikap dan
segala situasinya.
Bagaimana kita bisa mengelola kesendirian supaya lebih
bermakna? Lakukan hal berikut :
1. Cari kesibukan dengan melakukan aktivitas positif
yang sangat Abdorrahman sukai, misalnya dengan membaca,
menulis, olahraga :-) Apapun kesukaan
Abdorrahman. Dengan cara ini, kesendirian akan terasa lebih menyenangkan!
2. Kedua, ingat-ingat kembali hal-hal yang menjadi impian Abdorrahman dan belum sempat
> dilakukan. Abdorrahman bisa membuka agenda-agenda pribadi, foto-foto jaman dulu, buku-buku, dan lain sebagainya.
Percaya, cara ini akan menyadarkan Abdorrahman akan sempitnya waktu untuk mewujudkan
segalanya.
Kalau sudah begini, bukankah kesendirian itu jadi menyenangkan? ;-)
3. Ketiga, buat daftar sebanyak-banyaknya tentang keinginan yang ingin Abdorrahman wujudkan selagi masih hidup. Mungkin dengan cara menuliskan
kembali 'keinginan gila' saat Abdorrahman masih kecil? Atau mimpi- mimpi lain yang belum terlaksanakan?
Saat itu Abdorrahman akan sadar,
ternyata banyak sekali
hal yg memerlukan kesendirian utk mewujudkannya!
4. Dan yang terakhir.... Sebenarnya ini merupakan hal *utama* dan yang pertama yang harus Abdorrahman lakukan..
Mendekatlah kepada Yang Maha Mencinta diri Abdorrahman.
Kesendirian ini akan semakin menyadarkan hakekat keberadaan Abdorrahman di dunia.
Semakin keyakinan ini kuat, maka akan semakin
kokoh kemampuan Abdorrahman mengarungi kehidupan,
dengan segala situasinya.
Intinya, jangan biarkan Abdorrahman terjebak dalam
kesendirian
dengan suasana 'hati yang negatif', membiarkannya berlarut-larut, hingga membuat Abdorrahman putus asa.
Kalau Abdorrahman mau membuka mata, kita sebenarnya tidak pernah benar-benar sendiri. Ada orang lain di sekitar
kita. Yang jelas, pasti selalu ada orang yang bisa Abdorrahman jadikan teman, dan ajak bicara!
Jika Abdorrahman mau terbuka, dalam kesendirian Abdorrahman bisa merenungkan banyak hal. Dalam kesendirian Abdorrahman bisa menemukan kedewasaan, kebijaksanaan, ide brilian, dan memaksimalkan potensi yang Abdorrahman miliki. Dalam kesendirian pula Abdorrahman bisa mengungkap kejujuran, yang bisa jadi terkalahkan oleh sombong dan ego yang seringkali Abdorrahman temukan di keramaian! Tidak bisa dipungkiri, kesendirian bisa datang kapan
saja kepada setiap orang, termasuk kepada Abdorrahman. Nah, jika suatu saat atau bahkan saat ini Abdorrahman sedang dilanda 'kesepian' alias merasa 'sunyi sepi sendiri', Abdorrahman harus ingat, bahwa kesendirian tidak selamanya mematikan! Kelola-lah perasaan Abdorrahman dengan baik, dan buatlah kesendirian menjadi lebih bermakna. :-)
karena waktu yang dilewati terasa lebih panjang dan melelahkan.
'Sendiri oh sendiri'... Ternyata hal remeh ini bisa
menjadi masalah besar bagi sebagian orang!
Apakah Abdorrahman termasuk yang demikian? :-)
Memang, kesendirian seringkali diidentikkan dengan hal
yang menakutkan, mengesalkan, bahkan menjadi simbol
kesedihan. Namun, jika kita mau membuka pikiran,
sebenarnya kesendirian itu tidak selalu mematikan!
Kesendirian bisa memiliki dua makna...
Pertama, kesendirian menyangkut fisik yang sebenarnya,
tanpa ada orang di sekitarnya. Kedua, hanya berbentuk
perasaan saja.
Bisa jadi seseorang berada di tengah keramaian,namun
merasakan kesunyian. Mungkin Abdorrahman pernah mengalami
hal serupa, terutama ketika menemui masalah dengan
rekan kerja, sahabat, keluarga, atau pacar? :-) dan lain
sebagainya..!
Satu hal yang perlu Abdorrahman ingat, kesendirian dengan
arti apapun sebenarnya bukan masalah jika kita mampu
mengelolanya dengan baik, atas perasaan, sikap dan
segala situasinya.
Bagaimana kita bisa mengelola kesendirian supaya lebih
bermakna? Lakukan hal berikut :
1. Cari kesibukan dengan melakukan aktivitas positif
yang sangat Abdorrahman sukai, misalnya dengan membaca,
menulis, olahraga :-) Apapun kesukaan
Abdorrahman. Dengan cara ini, kesendirian akan terasa lebih menyenangkan!
2. Kedua, ingat-ingat kembali hal-hal yang menjadi impian Abdorrahman dan belum sempat
> dilakukan. Abdorrahman bisa membuka agenda-agenda pribadi, foto-foto jaman dulu, buku-buku, dan lain sebagainya.
Percaya, cara ini akan menyadarkan Abdorrahman akan sempitnya waktu untuk mewujudkan
segalanya.
Kalau sudah begini, bukankah kesendirian itu jadi menyenangkan? ;-)
3. Ketiga, buat daftar sebanyak-banyaknya tentang keinginan yang ingin Abdorrahman wujudkan selagi masih hidup. Mungkin dengan cara menuliskan
kembali 'keinginan gila' saat Abdorrahman masih kecil? Atau mimpi- mimpi lain yang belum terlaksanakan?
Saat itu Abdorrahman akan sadar,
ternyata banyak sekali
hal yg memerlukan kesendirian utk mewujudkannya!
4. Dan yang terakhir.... Sebenarnya ini merupakan hal *utama* dan yang pertama yang harus Abdorrahman lakukan..
Mendekatlah kepada Yang Maha Mencinta diri Abdorrahman.
Kesendirian ini akan semakin menyadarkan hakekat keberadaan Abdorrahman di dunia.
Semakin keyakinan ini kuat, maka akan semakin
kokoh kemampuan Abdorrahman mengarungi kehidupan,
dengan segala situasinya.
Intinya, jangan biarkan Abdorrahman terjebak dalam
kesendirian
dengan suasana 'hati yang negatif', membiarkannya berlarut-larut, hingga membuat Abdorrahman putus asa.
Kalau Abdorrahman mau membuka mata, kita sebenarnya tidak pernah benar-benar sendiri. Ada orang lain di sekitar
kita. Yang jelas, pasti selalu ada orang yang bisa Abdorrahman jadikan teman, dan ajak bicara!
Jika Abdorrahman mau terbuka, dalam kesendirian Abdorrahman bisa merenungkan banyak hal. Dalam kesendirian Abdorrahman bisa menemukan kedewasaan, kebijaksanaan, ide brilian, dan memaksimalkan potensi yang Abdorrahman miliki. Dalam kesendirian pula Abdorrahman bisa mengungkap kejujuran, yang bisa jadi terkalahkan oleh sombong dan ego yang seringkali Abdorrahman temukan di keramaian! Tidak bisa dipungkiri, kesendirian bisa datang kapan
saja kepada setiap orang, termasuk kepada Abdorrahman. Nah, jika suatu saat atau bahkan saat ini Abdorrahman sedang dilanda 'kesepian' alias merasa 'sunyi sepi sendiri', Abdorrahman harus ingat, bahwa kesendirian tidak selamanya mematikan! Kelola-lah perasaan Abdorrahman dengan baik, dan buatlah kesendirian menjadi lebih bermakna. :-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar